3 Dasar Fotografi | ARK17

Mengenal Dasar Fotografi

Fotografi berasal dari bahasa Yunani yaitu "photos" yang berarti cahaya dan "grafos" yang artinya melukis. Jadi Fotografi dapat di artikan melukis gambar dengan menggunakan cahaya. Tanpa cahaya tidak ada satu fotopun yang dapat di buat.

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed).

 Berikut adalah 3 dasar yang harus kalian ketahui :

1. ISO
Untuk menentukan tingkat sensitivitas sensor terhadap cahaya sehingga semakin tinggi nilai ISO maka sensor akan semakin peka terhadap cahaya meski dengan resiko meningkatnya noise pada foto. Faktor ISO ini menjadi pelengkap komponen eksposure selain shutter dan aperture, terutama saat kombinasi shutter dan aperture belum berhasil mendapatkan nilai eksposure yang tepat.

Intinya :
Semakin besar ISO semakin besar cahaya yang masuk dan semakin kecil ISO semakin kecil cahaya yang masuk.

2. Aperture
Diafragma mengatur bukaan pada lensa kamera, diafragma ini lah yang menyebabkan foto blur, fokus dan ketajaman gambar yang di hasilkan.

Intinya :
Semakin besar bukaan diafragma (f/1.8) semakin banyak cahaya masuk. Hasil gambar fokus pada titik tertentu dan blur pada background
Semakin kecil bukaan diafragma (f/22) semakin sedikit cahaya masuk. Hasil gambar fokus merata pada seluruh frame.

3.Shutter Speed
Mengatur kecepatan Tirai Rana pada kamera. Shutter speed ini lah yang menyebabkan foto freezing atau pun shaking(goyang) tergantung dari pengaturan fotografer itu sendiri.

Intinya :
Semakin tinggi speed semakin sedikit cahaya masuk dan semakin rendah speed semakin banyak cahaya masuk.

Mungkin segitu aja yang bisa saya sampaikan, maaf bila ada kesalahan kata. Sering - sering mampir ya... 😆👍

Komentar

Posting Komentar